skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com

Diagnosis Penyakit Tuberkulosis Yang Dapat Kamu Lakukan!

Tuberkulosis (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan singkatan Tuberkulosis, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita Tuberkulosis aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

Bahayanya jika bakteri selalu masuk dan terkumpul dalam paru-paru, maka bakteri ini akan berkembang biak dengan cepat apalagi yang mempunyai daya tahan tubuh yang rendah. Tuberculosis kerap dikenal sebagai penyakit flek paru-paru. Padahal Tuberkulosis juga bisa menyerang organ lain seperti usus, kulit hingga kelenjar. Karenanya waspadai ketika muncul benjolan pada leher ataupun tubuh anda

Tuberkulosis termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru Tuberkulosis terbanyak.

Diagnosa Penyakit Tuberkulosis

Jika anda mengalami gejala yang telah dipaparkan di atas maka sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk dapat didiagnosa penyakit yang anda alami apakah itu memang positif Tuberkulosis atau penyakit lainnya yang memiliki gejala hampir serupa. Berikut ini diagnosa yang akan dilakukan oleh pihak medis untuk mendiagnosa penyakit Tuberkulosis, antara lain:

  1. Pemeriksaan fisik

Pada tahap pemeriksaan awal, biasanya dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien dan bertanya mengenai gejala yang telah dialami.

  1. X-ray atau CT Scan

X ray dilakukan supaya dapat mengambil gambar yang ada di bagian dada karena yang sering terpapar oleh bakteri Tuberkulosis ini adalah bagian paru-paru. Jika terdapat penyakit Tuberkulosis maka pada hasil X-ray akan menunjukkan hasil yang tidak normal pada bagian paru-paru.

Untuk mendapatkan gambar yang lebih detail mengenai bagian dada ini selanjutnya bisa dilakukan tes CT scan di bagian tersebut.

  1. Pemeriksaan kelenjar getah bening

Setelah gejala dan pemeriksaan fisik cukup membuat yakin dokter bahwa itu adalah penyakit Tuberkulosis maka selanjutnya yang akan dilakukan adalah memeriksa apakah ada pembengkakan di kelenjar getah bening dan memeriksa keadaan paru-paru pasien.

  1. Tes Mantoux

Tes ini menggunakan zat kimia ke dalam sel kulit, zat yang digunakan adalah substansu tuberculin PPD untuk melihat reaksinya dibutuhkan waktu dalam 2 hingga 3 hari. Oleh karena itu pasien setelah melakukan penyuntikan ini harus datang lagi ke dokter untuk melakukan pengecekan dalam waktu yang sudah ditentukan tersebut.

Untuk menentukan anda mengalami Tuberkulosis bisa dilihat pada ukuran pembengkakan yang terjadi pada bagian daerah yang disuntik. Pada orang yang memiliki tuberculosis laten biasanya ukuran pembengkakan yang terjadi tidak akan terlalu besar namun pada penyakit tuberculosis aktif akan terjadi reaksi yang sangat signifikan dari zat tersebut di dalam kulit.

Sedangkan untuk orang yang tidak menderita Tuberkulosis atau yang sudah menggunakan vaksin Tuberkulosis biasanya hanya menimbulkan perubahan ringan saja di dalam kulit.

  1. Pemeriksaan Sampel Darah

Selain dahak yang menjadi sampel, darah pasien pun bisa digunakan sebagai sampel. Darah yang dianalisis ini juga bisa membantu tim medis untuk mengetahui keadaan antibodi di dalam tubuh dan sifat dari penyakit Tuberkulosis itu sendiri apakah termasuk dalam Tuberkulosis laten atau Tuberkulosis aktif.

  1. Pemeriksaan Sampel Dahak

Cara diagnosa lainnya yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit Tuberkulosis adalah dengan mengambil sampel dahak. Dahak biasanya diambil pada waktu dahak pagi hari ketika pasien baru bangun tidur kemudian dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan sampel dahak ini juga bisa membantu tim medis menemukan sifat dari bakteri apakah tahan banting terhadap antibiotic atau tidak.

Apa Itu Pulmohealer?

Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.