skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Mekanisme Tuberkulosis

Mekanisme Tuberkulosis

Tuberkulosis atau sering disingkat sebagai TBC maupun TB ialah suatu kondisi dimana terjadinya infeksi virus atau bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui kelenjar getah bening dan aliran darah ke organ dalam tubuh Anda.

Tempat masuk kuman mycobacterium adalah saluran pernafasan, infeksi tuberculosis terjadi melalui (airborn) yaitu melalui instalasi dropet yang mengandung kuman-kuman basil tuberkel yang berasal dari orang yang terinfeksi.

Basil tuberkel yang mempunyai permukaan alveolis biasanya diinstalasi sebagai suatu basil yang cenderung tertahan di saluran hidung atau cabang besar bronkus dan tidak menyebabkan penyakit.

Setelah berada dalam ruangan alveolus biasanya di bagian lobus atau paru-paru atau bagian atas lobus bawah basil tuberkel ini membangkitkan reaksi peradangan, leukosit polimortonuklear pada tempat tersebut dan memfagosit namun tidak membunuh organisme tersebut. Setelah hari-hari pertama masa leukosit diganti oleh makrofag. Alveoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia akut.

Pneumonia seluler ini dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak ada sisa yang tertinggal atau proses dapat juga berjalan terus dan bakteri terus difagosit atau berkembang biak, dalam sel basil juga menyebar melalui gestasi bening reginal.

Mekanisme Penularan Tuberculosis

Disaat seorang yg mengidap TB paru aktif batuk, bersin, berkata, menyanyi, atau meludah, mereka sedang menyemprotkan titis-titis aerosol infeksius dgn diameter nol.5 sampai 5 µm. Bersin mampu melepaskan partikel kecil-kecil sampai 40,000 titis.

Tiap titis dapat menularkan penyakit Tuberkulosis lantaran dosis infeksius penyakit ini teramat rendah. (Satu Orang yg menghirup kurang dari 10 bakteri saja sanggup cepat terinfeksi).

Beberapa Orang yg lakukan kontak dalam tempo lama, dalam frekuensi tidak jarang, atau senantiasa berdekatan dgn penderita TB, beresiko tinggi ikut terinfeksi, bersama perkiraan angka infeksi kira kira 22%. Satu Orang dgn Tuberkulosis aktif & tak meraih perawatan sanggup menginfeksi 10-15 (atau lebih) orang lain tiap-tiap th.

Rata Rata, cuma mereka yg menderita TB aktif yg bisa menularkan penyakit ini. Beberapa Orang bersama infeksi laten diyakini tak menularkan penyakitnya. Bisa Saja penyakit ini menular dari seorang ke orang lain tergantung terhadap sekian banyak factor.

Faktor-faktor tersebut antara lain jumlah titis infeksius yg disemprotkan oleh pembawa, efektifitas ventilasi lingkungan ruangan tinggal, jangka diwaktu paparan, tingkat virulensistrain Meter. tuberculosis, & tingkat kekebalan badan orang yg tak terinfeksi. Untuk mencegah penyebaran berlapis dari satu orang ke orang yang lain, pisahkan beberapa orang bersama TB aktif (“nyata”) & masukkan mereka dalam rejimen obat Anti-TB. Sesudah kira-kira dua pekan perawatan efektif, beberapa orang bersama infeksi aktif yg non-resisten rata rata telah tak menularkan penyakitnya ke orang lain.

Apabila nyata-nyatanya setelah itu ada yg terinfeksi, kebanyakan butuh ketika tiga hingga empat pekan sampai orang yg baru terinfeksi itu jadi pass infeksius buat menularkan penyakit tersebut ke orang lain. Baca juga info mengenai Diagnosis TBC

Patogenesis

Seputar 90% orang yg terinfeksi Meter. tuberculosis mengidap infeksi TB laten yg bersifat asimtomatik,(kadang dinamakan LTBI/Latent TB Infections). Seumur hidup, beberapa orang ini cuma mempunyai 10% kesempatan infeksi latennya berkembang jadi penyakit Tuberkulosis aktif yg nyata.

Efek TB terhadap pengidap HIV untuk berkembang jadi penyakit aktif meningkat lebih kurang 10% tiap-tiap tahunnya. Jika tak dikasih pengobatan yg efektif, sehingga angka kematian TB aktif mampu mencapai lebih dari 66%.

Infeksi TB bermula dikala mikobakteria masuk ke dalam alveoli paru, dulu menginvasi & bereplikasi di dalam endosom makrofag alveolus. Ruang primer infeksi di dalam paru-paru yg dikenal dgn nama “fokus Ghon”, terletak di sektor atas lobus bawah, atau di bidang bawah lobus atas. Tuberkulosis paru bisa pula berlangsung lewat infeksi aliran darah yg dikenal dgn nama konsentrasi Simon.

Infeksi konsentrasi Simon rata rata ditemukan di bidang atas paru-paru. Penularan hematogen (lewat pembuluh darah) ini bisa pula tersebar ke lokasi-lokasi lain seperti nodus limfa perifer, ginjal, otak & tulang. Tuberkulosis berdampak terhadap semua bidang badan, meski belum ketahuan mengapa penyakit ini jarang sekali menyerang jantung, otot skeletal, pankreas, atau tiroid.

Tuberkulosis digolongkan juga sebagai salah satu penyakit yg menyebabkan radang granulomatosa. Sel-sel seperti Makrofag, limfosit T, limfosit B, & fibroblast saling bergabung mencetak granuloma. Limfosit mengepung makrofag-makrofag yg terinfeksi.

Granuloma mencegah penyebaran mikobakteria & sediakan lingkungan kusus bagi hubungan sel-sel lokal di dalam system kekebalan badan. Bakteri yg berada di dalam granuloma jadi dorman dulu jadi sumber infeksi laten.

Ciri khas lain granuloma merupakan mencetak kematian sel abnormal (nekrosis) di pusat tuberkel. Dipandang dgn mata telanjang, nekrosis mempunyai tekstur halus, berwarna putih keju & dinamakan nekrosis kaseosa.

Bakteri TB dapat masuk ke dalam aliran darah dari ruangan jaringan yg rusak itu. Bakteri-bakteri tersebut seterusnya tersebar ke seluruhnya badan & menempa tidak sedikit fokus-fokus infeksi, yg kelihatan juga sebagai tuberkel mungil berwarna putih di dalam jaringan.

Penyakit TB yg teramat parah ini dinamakan tuberkulosis milier. Kategori TB ini paling umum berjalan terhadap anak-anak & penderita HIV. Angka fatalitas orang yg mengidap TB diseminata seperti ini lumayan tinggi walaupun telah memperoleh pengobatan (seputar 30%).

Kepada tidak sedikit orang, infeksi ini tidak jarang hilang timbul. Perusakan jaringan & nekrosis paling sering seimbang dgn kecepatan penyembuhan & fibrosis. Jaringan yg terinfeksi beralih jadi parut & lubang-lubangnya terisi bersama material nekrotik kaseosa tersebut.

Sewaktu periode aktif penyakit, sekian banyak lubang ini ikut masuk ke dalam saluran hawa bronkhi & material nekrosis tadi sanggup terbatukkan. Material ini mengandung bakteri hidup & bakal menyebarkan infeksi. Pengobatan memanfaatkan antibiotik yg pas bakal membunuh bakteri-bekteri tersebut & berikan jalan bagi proses penyembuhan.

 

Apa Itu Pulmohealer?

Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.